Tingkatkan SDM Unggul, Polres Sragen Gelar Pembinaan Karakter dan Aqidah Bersama PP Ibnu Abbas As-Salafy

Tingkatkan SDM Unggul, Polres Sragen Gelar Pembinaan Karakter dan Aqidah Bersama PP Ibnu Abbas As-Salafy

SRAGEN,mascipol.tv – Sinergi tak biasa terjadi di Mapolres Sragen. Polisi yang biasa berjaga di SPKT kini duduk rapi menyimak kajian aqidah. Polres Sragen resmi menggandeng Pondok Pesantren Ibnu Abbas As-Salafy Masaran untuk membina karakter dan aqidah para Kepala SPKT Polsek jajaran.

Langkah ini jadi terobosan baru. Jika selama ini pembinaan polisi fokus pada teknis hukum, kali ini Polres Sragen menyentuh sisi ruhani. Tujuannya jelas: membentuk anggota SPKT yang tidak hanya profesional melayani laporan warga, tapi juga punya pondasi aqidah yang lurus dan akhlak yang kuat.

Kegiatan yang digelar Rabu 7/5/2026 itu menghadirkan pemateri khusus: Ustadz Hamzah Abror, BA., M.Pd. Beliau adalah Kabid Program Unggulan PP Ibnu Abbas As-Salafy Masaran Sragen sekaligus alumni angkatan pertama pesantren tersebut.

Rekam jejak Ustadz Hamzah Abror tidak kaleng-kaleng. Setelah lulus dari Ibnu Abbas, beliau melanjutkan studi ke Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah. Kombinasi ilmu pesantren salaf dan kampus Timur Tengah itu yang kini ditularkan ke para polisi Sragen.

Ketua Umum Komascipol, Bagus Sujoko menyebut, sinergitas ini atas dasar Bismillah. “In syaa Allah yang akan mengisi: Ustadz Hamzah Abror. Ini bentuk ikhtiar Polres Sragen membangun SDM unggul, tidak hanya terampil tapi juga beriman,” ujarnya.

Peserta pembinaan bukan anggota biasa. Mereka adalah ujung tombak pelayanan. Hadir Kasubag Watpers Iptu Mulyadi, S.H., Paur Watpers Aiptu Tri Siswanto, S.I.Kom., seluruh KA SPKT Polsek jajaran Polres Sragen, serta staf Polres Sragen.

SPKT atau Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu adalah wajah pertama Polri. Tempat warga lapor kehilangan, kemalingan, hingga kecelakaan. Jika petugasnya berkarakter buruk, citra Polri rusak. Jika aqidahnya rapuh, pelayanan bisa tak amanah.

Karena itu, materi yang diberikan Ustadz Hamzah Abror fokus pada penguatan aqidah ahlussunnah wal jamaah, adab melayani masyarakat, dan pentingnya amanah dalam tugas. Polisi diingatkan bahwa seragam adalah titipan, dan setiap laporan warga adalah tanggung jawab akhirat.

“Anggota SPKT itu kerja 24 jam. Capek, jenuh, kadang dicaci warga. Kalau tidak ada pondasi iman, gampang emosi dan salah ambil keputusan. Kajian aqidah ini jadi charger ruhani mereka,” kata Iptu Mulyadi, S.H. selaku Kasubag Watpers.

Paur Watpers Aiptu Tri Siswanto, S.I.Kom. menambahkan, kerja sama dengan PP Ibnu Abbas As-Salafy bukan kali pertama. Namun khusus pembinaan KA SPKT, ini jadi program prioritas. Sebab SPKT adalah etalase Polres Sragen di mata publik.

Para KA SPKT yang hadir mengaku tersentuh. Selama ini pembinaan didominasi baris-berbaris dan materi hukum. Kajian bersama ustadz lulusan Madinah memberi perspektif baru: bahwa melayani warga adalah ibadah, bukan sekadar tugas.

Ustadz Hamzah Abror dalam tausiyahnya menekankan, polisi yang kuat aqidahnya tidak akan mudah suap, tidak zalim dalam proses, dan sabar menghadapi warga yang panik. “Jadikan setiap stempel dan tanda tangan sebagai ladang pahala,” pesannya.

Pihak Ponpes Ibnu Abbas As-Salafy Masaran menyambut baik sinergi ini. Pesantren yang berdiri sejak lama itu berkomitmen membantu negara lewat jalur pembinaan karakter aparat. Lulusan Madinah diterjunkan langsung agar materi sesuai manhaj salaf.

Kapolres Sragen melalui Kabag SDM berencana menjadikan kajian ini rutin. Tidak hanya untuk SPKT, tapi seluruh fungsi. Tujuannya satu: menciptakan polisi Sragen yang PRESISI – Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan – yang dimulai dari hati yang bersih.

Sinergi Polres Sragen dan PP Ibnu Abbas ini jadi bukti, menjaga kamtibmas tidak cukup dengan senjata dan borgol. Tapi juga dengan ngaji dan lurusnya aqidah. Sebab polisi yang takut Allah, pasti amanah melayani masyarakat.

 

(Ww)